Menurut Mario Gomez, Firman adalah sosok pemain yang cukup bagus. Bahkan, pelatih asal Argentina itu mengaku tak senang jika ada yang menilai negatif atribut teknis permainan Firman di lapangan.
Hanya saja, kata Gomez, ada pertimbangan non-teknis yang membuatnya tak bisa memberikan tempat kepada Firman. Faktor tersebut adalah usia Firman yang dinilainya terlalu 'tua' yakni 36 tahun.
"Kami tidak butuh dia di sini karena kami sudah punya pemain di posisi itu. Dia pemain yang bagus, tapi sudah berusia 36 tahun. Kami lebih memilih pemain yang lebih muda untuk masa depan, bukan hanya untuk Persib saat ini, tapi untuk masa depan," jelas Gomez seperti dilansir bola.com, Jumat (06/04/2018).
"Saya tahu dia pemain yang bagus, tapi kami butuh pemain lain di tim ini. Saya tidak mau bicara dia (Firman Utina) sebagai pemain yang buruk, dia tetap pemain yang bagus," sambungnya.
Rumor bakal kembalinya Firman ke Persib muncul ke permukaan, terutama di lini media sosial. Banyak bobotoh yang mendengungkan atau menyarankan agar Persib merekrut Firman yang dinilai punya kemampuan kepemimpinan cukup baik untuk mempersatukan setiap individu di dalam tim.
Firman sendiri sebelumnya membela Persib pada periode 2012 sampai 2015. Selama membela Maung Bandung, Firman ikut berjasa Persib menjadi juara kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2014, Piala Wali Kota Padang 2015 dan Piala Presiden 2015.
Di Liga 1 musim 2017, Firman membela Bhayangkara FC. Meski jarang dimainkan sebagai pemain inti, tapi bagaimanapun Firman tetap ikut ambil bagian membawa The Guardian jadi juara Liga 1. Namun, akhir bulan Maret 2018 lalu, Firman memutuskan tak memperpanjang kontraknya dan kini statusnya tanpa klub.
